Membangun fondasi tata kelola dan keberlanjutan untuk smelter nikel kelas duniaBuilding the governance and sustainability foundation for a world-class nickel smelter
KonteksContext
Sebuah grup pertambangan nasional berinvestasi USD 1.2 miliar untuk smelter nikel terintegrasi di Sulawesi sebagai bagian dari hilirisasi. Tantangannya: membangun tata kelola operasional, kerangka HSE, sistem ESG, dan kesiapan IFRS S1/S2 — semuanya pada tahap konstruksi, sebelum operasional dimulai.A national mining group invested USD 1.2 billion in an integrated nickel smelter in Sulawesi as part of downstreaming. The challenge: building operational governance, HSE framework, ESG system, and IFRS S1/S2 readiness — all during construction phase, before operations start.
Pekerjaan KamiOur Work
Tim multidisiplin Liceo (12 profesional) selama 18 bulan: merancang struktur tata kelola, menyusun manual SMK3 dan AMDAL implementation plan, mendirikan sistem akuntansi karbon (Scope 1, 2, 3), dan menyiapkan laporan keberlanjutan berbasis GRI dan SASB Metals & Mining yang siap menghadapi limited assurance auditor.A Liceo multidisciplinary team (12 professionals) over 18 months: designed governance structure, drafted SMK3 manuals and AMDAL implementation plan, established carbon accounting system (Scope 1, 2, 3), and prepared GRI and SASB Metals & Mining-based sustainability reports ready for limited assurance.
HasilOutcomes
- Persetujuan due diligence ESG dari 3 lembaga keuangan internasionalESG due diligence approval from 3 international lenders
- Sistem akuntansi karbon mendapat limited assurance auditor Big FourCarbon accounting system received Big Four limited assurance
- Operasional dimulai sesuai jadwal dengan SMK3 yang fully compliantOperations started on schedule with fully compliant SMK3
- Zero major safety incidents selama 12 bulan pertama operasiZero major safety incidents in first 12 months of operations